Setiap latihan rutin Pramuka Penggalang diawali dan diakhiri dengan upacara. Upacara bukan sekadar formalitas: ia menanamkan disiplin, kekompakan, dan penghormatan pada nilai-nilai kepramukaan sebelum dan sesudah kegiatan inti.
Susunan upacara ini diatur resmi dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979 tentang “Petunjuk Penyelenggaraan Upacara di Dalam Gerakan Pramuka”, yang ditetapkan di Jakarta pada 27 Oktober 1979. Artikel ini merangkum ketentuan upacara pembukaan dan penutupan latihan untuk satuan Penggalang berdasarkan petunjuk tersebut.
Ketentuan umum upacara Penggalang
Sebelum masuk ke susunan langkah, ada dua ketentuan umum yang perlu dipahami:
- Bentuk barisan. Barisan upacara untuk satuan Penggalang adalah barisan angkare, yaitu barisan bersaf dengan regu-regu berderet ke belakang, menghadap tiang bendera.
- Unsur wajib. Setiap upacara Pramuka wajib memuat pengibaran bendera Sang Merah Putih, pembacaan Pancasila, pembacaan kode kehormatan (untuk Penggalang: Dasadarma), dan doa.
Susunan upacara pembukaan latihan (14 langkah)
Menurut Pt. 31 petunjuk tersebut, upacara pembukaan latihan Penggalang terdiri dari 14 langkah:
- Pemeriksaan kebersihan dan kerapian anggota oleh Pratama (pemimpin regu utama).
- Regu yang bertugas menyiapkan perlengkapan upacara.
- Pasukan dibariskan dalam bentuk angkare menghadap tiang bendera.
- Pratama memeriksa kesiapan petugas upacara, kemudian menjemput Pembina.
- Penghormatan kepada Pembina, dilanjutkan penyerahan pasukan dari Pratama kepada Pembina.
- Pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan.
- Pembina membacakan Pancasila yang ditirukan oleh seluruh pasukan.
- Pembacaan Dasadarma (kode kehormatan Penggalang).
- Kata pengantar atau amanat Pembina mengenai kegiatan latihan hari itu.
- Doa pembuka menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
- Pasukan diserahkan kembali oleh Pembina kepada Pratama.
- Penghormatan penutup kepada Pembina.
- Pratama membubarkan barisan upacara.
- Pasukan menuju ke tempat kegiatan latihan sesuai rencana.
Susunan upacara penutupan latihan (8 langkah)
Menurut Pt. 32, upacara penutupan latihan lebih ringkas, terdiri dari 8 langkah:
- Pemeriksaan kerapian anggota oleh Pratama.
- Pasukan dibariskan dalam bentuk angkare menghadap tiang bendera.
- Pratama menjemput Pembina upacara.
- Penghormatan kepada Pembina, dilanjutkan penyerahan pasukan kepada Pembina.
- Penurunan Sang Merah Putih dan penyimpanannya dengan tata cara yang hormat.
- Pengumuman regu yang bertugas pada latihan berikutnya.
- Doa penutup.
- Penghormatan kepada Pembina, kemudian pasukan dibubarkan.
Peran petugas upacara
Kelancaran upacara sangat bergantung pada petugasnya. Beberapa peran kunci:
- Pratama, memimpin barisan, memeriksa kerapian, menjemput Pembina, serta menyerahkan dan menerima kembali pasukan.
- Regu petugas, menyiapkan tiang bendera, tali, dan perlengkapan upacara sebelum dimulai.
- Petugas bendera, mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih dengan tata cara yang benar.
- Pemimpin doa, memimpin doa pembuka dan penutup.
Rotasi regu petugas setiap latihan dianjurkan agar semua anggota mendapat pengalaman bertugas.
Tips melaksanakan upacara yang khidmat
- Mulai tepat waktu. Keterlambatan menggerus kekhidmatan sebelum upacara dimulai.
- Pastikan perlengkapan siap sebelum pasukan dibariskan: bendera terpasang, pengeras suara berfungsi bila diperlukan.
- Amanat Pembina sebaiknya singkat dan terkait langsung dengan materi latihan hari itu.
- Latih petugas baru dengan simulasi singkat sebelum upacara sebenarnya, terutama untuk pengibaran dan penurunan bendera.
Penutup
Upacara pembukaan dan penutupan latihan adalah cermin kedisiplinan satuan. Dengan mengikuti susunan resmi menurut SK Kwarnas No. 178 Tahun 1979, gugus depan kakak tidak hanya tertib secara teknis, tetapi juga menanamkan makna upacara itu sendiri: hormat pada Sang Merah Putih, pada Pancasila, dan pada kode kehormatan yang diucapkan.
Sumber dan rujukan
- Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979 tentang “Petunjuk Penyelenggaraan Upacara di Dalam Gerakan Pramuka” (ditetapkan di Jakarta, 27 Oktober 1979) — mengatur upacara pembukaan latihan (Pt. 31), upacara penutupan latihan (Pt. 32), bentuk barisan angkare (Pt. 7), dan unsur wajib upacara (Pt. 8). Salinan dokumen tersedia di situs resmi Kwarda Sulawesi Tenggara dan terdaftar di halaman dasar hukum Kwarcab Jakarta Utara.
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan kegiatan sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.
Produk yang nyambung dengan tulisan ini.
Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan kegiatan dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.

Paket program kegiatan Pramuka berbasis SKU untuk 1 tahun latihan. Berisi file Word dan Excel siap edit untuk Siaga, Penggalang, dan Penegak.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, guru, pembina gugus depan, dan pengurus satuan yang ingin menyusun latihan tahunan berbasis SKU tanpa mulai dari nol.

Aset digital berupa jurnal ceklis pembiasaan karakter dan amalan ibadah harian tahun 2026. Didesain khusus untuk melatih disiplin mandiri peserta didik berlandaskan Dasa Darma kesatu (Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
Cocok untuk: Pembina Pramuka (sebagai bahan kontrol karakter), Orang Tua, dan Peserta Didik Siaga, Penggalang, maupun Penegak.

E-book berisi 30 pesan inspiratif Baden-Powell yang dikembangkan menjadi bahan refleksi dan panduan implementasi untuk Pramuka Indonesia saat ini.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, peserta didik, Dewan Ambalan, Dewan Racana, Gudep, Kwartir, pelatih, dan pegiat pendidikan karakter.
