Lewati ke konten utama
Terbaru
Lihat semua
PramukaUpdateMedia Edukasi & Informasi PramukaBaca terbaru

Susunan Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan Pramuka Penggalang

Susunan upacara pembukaan dan penutupan latihan Pramuka Penggalang sesuai SK Kwarnas No. 178 Tahun 1979: 14 langkah upacara pembukaan dan 8 langkah upacara penutupan.

Susunan Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan Pramuka Penggalang
Daftar isi7 bagian
  1. Ketentuan umum upacara Penggalang
  2. Susunan upacara pembukaan latihan (14 langkah)
  3. Susunan upacara penutupan latihan (8 langkah)
  4. Peran petugas upacara
  5. Tips melaksanakan upacara yang khidmat
  6. Penutup
  7. Sumber dan rujukan

Setiap latihan rutin Pramuka Penggalang diawali dan diakhiri dengan upacara. Upacara bukan sekadar formalitas: ia menanamkan disiplin, kekompakan, dan penghormatan pada nilai-nilai kepramukaan sebelum dan sesudah kegiatan inti.

Susunan upacara ini diatur resmi dalam Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979 tentang “Petunjuk Penyelenggaraan Upacara di Dalam Gerakan Pramuka”, yang ditetapkan di Jakarta pada 27 Oktober 1979. Artikel ini merangkum ketentuan upacara pembukaan dan penutupan latihan untuk satuan Penggalang berdasarkan petunjuk tersebut.

Ketentuan umum upacara Penggalang

Sebelum masuk ke susunan langkah, ada dua ketentuan umum yang perlu dipahami:

  • Bentuk barisan. Barisan upacara untuk satuan Penggalang adalah barisan angkare, yaitu barisan bersaf dengan regu-regu berderet ke belakang, menghadap tiang bendera.
  • Unsur wajib. Setiap upacara Pramuka wajib memuat pengibaran bendera Sang Merah Putih, pembacaan Pancasila, pembacaan kode kehormatan (untuk Penggalang: Dasadarma), dan doa.

Susunan upacara pembukaan latihan (14 langkah)

Menurut Pt. 31 petunjuk tersebut, upacara pembukaan latihan Penggalang terdiri dari 14 langkah:

  1. Pemeriksaan kebersihan dan kerapian anggota oleh Pratama (pemimpin regu utama).
  2. Regu yang bertugas menyiapkan perlengkapan upacara.
  3. Pasukan dibariskan dalam bentuk angkare menghadap tiang bendera.
  4. Pratama memeriksa kesiapan petugas upacara, kemudian menjemput Pembina.
  5. Penghormatan kepada Pembina, dilanjutkan penyerahan pasukan dari Pratama kepada Pembina.
  6. Pengibaran Sang Merah Putih diiringi lagu kebangsaan.
  7. Pembina membacakan Pancasila yang ditirukan oleh seluruh pasukan.
  8. Pembacaan Dasadarma (kode kehormatan Penggalang).
  9. Kata pengantar atau amanat Pembina mengenai kegiatan latihan hari itu.
  10. Doa pembuka menurut agama dan kepercayaan masing-masing.
  11. Pasukan diserahkan kembali oleh Pembina kepada Pratama.
  12. Penghormatan penutup kepada Pembina.
  13. Pratama membubarkan barisan upacara.
  14. Pasukan menuju ke tempat kegiatan latihan sesuai rencana.

Susunan upacara penutupan latihan (8 langkah)

Menurut Pt. 32, upacara penutupan latihan lebih ringkas, terdiri dari 8 langkah:

  1. Pemeriksaan kerapian anggota oleh Pratama.
  2. Pasukan dibariskan dalam bentuk angkare menghadap tiang bendera.
  3. Pratama menjemput Pembina upacara.
  4. Penghormatan kepada Pembina, dilanjutkan penyerahan pasukan kepada Pembina.
  5. Penurunan Sang Merah Putih dan penyimpanannya dengan tata cara yang hormat.
  6. Pengumuman regu yang bertugas pada latihan berikutnya.
  7. Doa penutup.
  8. Penghormatan kepada Pembina, kemudian pasukan dibubarkan.

Peran petugas upacara

Kelancaran upacara sangat bergantung pada petugasnya. Beberapa peran kunci:

  • Pratama, memimpin barisan, memeriksa kerapian, menjemput Pembina, serta menyerahkan dan menerima kembali pasukan.
  • Regu petugas, menyiapkan tiang bendera, tali, dan perlengkapan upacara sebelum dimulai.
  • Petugas bendera, mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih dengan tata cara yang benar.
  • Pemimpin doa, memimpin doa pembuka dan penutup.

Rotasi regu petugas setiap latihan dianjurkan agar semua anggota mendapat pengalaman bertugas.

Tips melaksanakan upacara yang khidmat

  • Mulai tepat waktu. Keterlambatan menggerus kekhidmatan sebelum upacara dimulai.
  • Pastikan perlengkapan siap sebelum pasukan dibariskan: bendera terpasang, pengeras suara berfungsi bila diperlukan.
  • Amanat Pembina sebaiknya singkat dan terkait langsung dengan materi latihan hari itu.
  • Latih petugas baru dengan simulasi singkat sebelum upacara sebenarnya, terutama untuk pengibaran dan penurunan bendera.

Penutup

Upacara pembukaan dan penutupan latihan adalah cermin kedisiplinan satuan. Dengan mengikuti susunan resmi menurut SK Kwarnas No. 178 Tahun 1979, gugus depan kakak tidak hanya tertib secara teknis, tetapi juga menanamkan makna upacara itu sendiri: hormat pada Sang Merah Putih, pada Pancasila, dan pada kode kehormatan yang diucapkan.

Sumber dan rujukan

  • Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 178 Tahun 1979 tentang “Petunjuk Penyelenggaraan Upacara di Dalam Gerakan Pramuka” (ditetapkan di Jakarta, 27 Oktober 1979) — mengatur upacara pembukaan latihan (Pt. 31), upacara penutupan latihan (Pt. 32), bentuk barisan angkare (Pt. 7), dan unsur wajib upacara (Pt. 8). Salinan dokumen tersedia di situs resmi Kwarda Sulawesi Tenggara dan terdaftar di halaman dasar hukum Kwarcab Jakarta Utara.
Ekosistem Pramuka Digital

Setelah membaca, lanjut praktik.

Gunakan kegiatan sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.

Bagikan

Saluran WhatsApp PramukaUpdate

Dapatkan tulisan pilihan, ide konten, dan info produk digital tanpa harus mengecek website setiap hari.

Bergabung di channel WhatsApp