Dalam kegiatan di alam terbuka, kecelakaan bisa terjadi kapan saja: terkilir saat menuruni lereng, kelelahan karena dehidrasi, atau luka yang membuat peserta tidak bisa berjalan. Dalam kondisi darurat seperti itu, regu harus bisa mengevakuasi penderita dengan cepat menggunakan alat seadanya. Di sinilah keterampilan membuat tandu darurat berperan.
Membuat tandu darurat adalah salah satu kecakapan dalam TKK P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Pada butir 5 Tingkat Purwa disyaratkan bahwa anggota Pramuka “dapat membuat tandu darurat dengan cepat dan rapi, dan tahu serta dapat mengangkut penderita dengan berbagai cara, secara seorang diri, maupun bersama dengan teman”. Keterampilan ini berlaku untuk golongan Penggalang.
Bahan membuat tandu darurat
Tandu darurat model dragbar hanya membutuhkan bahan sederhana:
- 2 batang tongkat lurus sepanjang kurang lebih 160 cm sebagai rangka utama (induk dragbar).
- 2 batang tongkat sepanjang kurang lebih 60 cm sebagai palang (anak dragbar).
- Tali secukupnya, misalnya 2 tali rami sepanjang 10 meter.
- Kain mitella atau kain lebar lain sebagai alas kepala bila tersedia.
Pastikan tongkat cukup kuat menahan beban dan tidak lapuk atau retak.
Cara membuat tandu darurat langkah demi langkah
1. Sejajarkan dua tongkat panjang
Rebahkan dua tongkat sepanjang 160 cm sejajar dengan jarak sekitar 50 cm. Inilah rangka utama atau induk dragbar yang akan menjadi sisi kiri dan kanan tandu.
2. Palangkan dua tongkat pendek
Letakkan dua tongkat sepanjang 60 cm melintang di atas kedua tongkat panjang, masing-masing sekitar 25 cm dari ujung. Inilah anak dragbar yang mengunci rangka agar tidak bergeser.
3. Ikat keempat pertemuan dengan ikatan palang
Ikat setiap titik pertemuan tongkat dengan ikatan palang yang kuat dan rapi. Ikatan yang longgar membuat tandu bergoyang saat diangkat.
4. Anyam tali di antara rangka
Anyam tali di antara kedua tongkat panjang dengan simpul jangkar setiap 20 sampai 25 cm, sehingga terbentuk alas anyaman tempat penderita berbaring. Anyaman harus kencang dan rata agar nyaman.
5. Kunci dengan simpul pangkal dan simpul mati
Akhiri anyaman dengan simpul pangkal dan simpul mati agar tidak terlepas saat tandu diangkat dan digerakkan.
6. Uji kekuatan sebelum dipakai
Sebelum penderita dibaringkan, uji tandu dengan beban atau dengan salah satu anggota regu. Periksa kembali semua ikatan. Tandu yang belum diuji tidak boleh dipakai mengangkut penderita.
Cara mengangkut penderita
Setelah tandu siap, baringkan penderita dengan hati-hati. Bila medan yang dilalui sulit atau menanjak, ikat tubuh penderita pada tandu dengan tali atau kain agar tidak tergelincir atau jatuh.
Pengangkutan dilakukan minimal oleh dua orang, satu di depan dan satu di belakang, dengan langkah yang selaras dan tidak tergesa-gesa. Pada medan sempit, tandu dapat diangkat bergantian dengan regu cadangan yang berjalan di belakang.
Hal penting tentang keselamatan penderita
Keterampilan tandu tidak berdiri sendiri — ia bagian dari pertolongan pertama. Perhatikan hal berikut:
- Jangan memindahkan penderita yang diduga mengalami cedera tulang belakang atau patah tulang serius kecuali ada bahaya yang lebih besar bila tetap di tempat, misalnya longsor atau banjir.
- Lakukan penilaian awal: pernapasan, pendarahan, dan kesadaran penderita sebelum memindahkan.
- Segera hubungi pembina dan, bila memungkinkan, tenaga medis profesional. Tandu darurat adalah alat evakuasi sementara, bukan pengganti penanganan medis.
Latihan yang disarankan
Agar benar-benar menguasai, regu sebaiknya berlatih merakit tandu dengan batas waktu, misalnya 10 menit dari bahan terpisah sampai tandu siap diuji. Latihan dapat dikombinasikan dengan simulasi evakuasi: satu anggota berperan sebagai penderita, regu lain merakit tandu dan mengevakuasinya ke titik aman.
Penutup
Tandu darurat adalah keterampilan sederhana yang bisa menyelamatkan nyawa. Dengan dua tongkat, beberapa potong tali, dan penguasaan simpul dasar, regu Pramuka dapat mengevakuasi rekannya secara cepat dan rapi. Kuasailah sebelum dibutuhkan — karena saat keadaan darurat tiba, tidak ada waktu untuk belajar dari awal.
Sumber dan rujukan
- Syarat Kecakapan Khusus (SKK) P3K Tingkat Purwa butir 5: membuat tandu darurat dengan cepat dan rapi serta mengangkut penderita seorang diri maupun bersama teman (golongan Penggalang).
- Dasar hukum TKK: Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka No. 134 Tahun 1974 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Syarat Kecakapan Khusus dan Tanda Kecakapan Khusus, sebagaimana dikutip dalam konsiderans SK Kwarnas No. 038 Tahun 2017.
- Praktik perakitan dragbar: 2 tongkat induk ±160 cm berjarak ±50 cm, 2 tongkat anak ±60 cm, ikatan palang, anyaman simpul jangkar tiap 20–25 cm, dikunci simpul pangkal dan simpul mati.
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan keterampilan sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.
Produk yang nyambung dengan tulisan ini.
Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan keterampilan dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.

E-book panduan kecakapan hidup (life skills) praktis untuk remaja. Membahas pertolongan pertama, navigasi dasar, teknik bertahan hidup (survival), hingga manajemen emosi dan keuangan sederhana.
Cocok untuk: Penegak, Pandega, Pramuka Penggalang terap, dan pembina satuan yang memerlukan materi latihan life skills yang aplikatif.

E-book berisi 30 pesan inspiratif Baden-Powell yang dikembangkan menjadi bahan refleksi dan panduan implementasi untuk Pramuka Indonesia saat ini.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, peserta didik, Dewan Ambalan, Dewan Racana, Gudep, Kwartir, pelatih, dan pegiat pendidikan karakter.

Administrasi Satuan Pramuka adalah paket bahan kerja digital untuk membantu pembina, ketua Gudep, dan pengurus satuan menata administrasi kepramukaan dengan lebih rapi, terstruktur, dan mudah disesuaikan. Materi mencakup perencanaan program, rencana latihan, surat-menyurat, pendataan anggota, inventaris sarana, pelaporan kegiatan, materi presentasi, serta dokumen pendukung pembentukan dan pengelolaan Gugus Depan. Disusun dengan memperhatikan Jukran Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 05 Tahun 2026 tentang Peraturan Gugus Depan.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, Mabigus, ketua Gudep, sekretaris satuan, Dewan Ambalan, dan pengurus Gugus Depan SD/SMP/SMA/SMK.
