Lewati ke konten utama
Terbaru
Lihat semua
PramukaUpdateMedia Edukasi & Informasi PramukaBaca terbaru

Kembang Purimas Ma'arif NU 2026: Kembali Setelah Satu Dekade, 1.200 Peserta

Perkemahan Kembang Purimas Sako Ma'arif NU Kencong kembali digelar setelah lebih dari satu dekade vakum: 1.200 peserta, 116 tenda di Pantai Paseban Jember, 16-18 Oktober 2026.

Kembang Purimas Ma'arif NU 2026: Kembali Setelah Satu Dekade, 1.200 Peserta
Daftar isi4 bagian
  1. Apa Itu Sako Ma’arif NU?
  2. Kembali Setelah Satu Dekade
  3. Suasana Pantai Paseban
  4. Makna bagi Pramuka Indonesia

Kabar gembira datang dari Jember, Jawa Timur. Perkemahan akbar Kembang Purimas yang diselenggarakan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU Kwarcab Kencong kembali digelar pada 16–18 Oktober 2026 — setelah vakum lebih dari satu dekade.

Sebanyak ±1.200 peserta ambil bagian, mendirikan 116 tenda di kawasan Pantai Paseban. Angka ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari Pramuka santri di wilayah Kencong dan sekitarnya.

Apa Itu Sako Ma’arif NU?

Satuan Komunitas (Sako) adalah wadah bagi Pramuka yang berbasis komunitas khusus. Sako Ma’arif NU menaungi gugus depan yang berpangkalan di lembaga pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama — mengintegrasikan nilai-nilai kepramukaan dengan tradisi pesantren dan pendidikan Islam ala NU.

Keberadaan Sako memperkaya Gerakan Pramuka Indonesia: satu gerakan, beragam ekspresi, tetap dalam bingkai Dasa Darma dan Tri Satya.

Kembali Setelah Satu Dekade

Vakum lebih dari sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Kembalinya Kembang Purimas menandakan:

Regenerasi berhasil: ada generasi baru pembina dan andalan yang mampu menghidupkan kembali tradisi perkemahan akbar ini.

Dukungan komunitas kuat: 1.200 peserta tidak datang begitu saja — ini hasil kerja keras sosialisasi dan pembinaan berbulan-bulan.

Kebutuhan akan ruang silaturahmi: Pramuka santri membutuhkan ajang berkumpul, berbagi pengalaman, dan memperkuat ukhuwah lintas gugus depan.

Suasana Pantai Paseban

Pantai Paseban dipilih sebagai lokasi — memadukan kegiatan perkemahan dengan keindahan alam pesisir selatan Jawa. Peserta tidak hanya berkemah, tetapi juga belajar mencintai alam bahari: ada kegiatan bersih pantai dan pengenalan ekosistem pesisir.

Malam harinya, api unggun raksasa menjadi pusat kegiatan: pentas seni, renungan, dan pembacaan ikrar bersama 1.200 peserta — momen yang sulit dilupakan.

Makna bagi Pramuka Indonesia

Kembalinya Kembang Purimas adalah kabar baik untuk Gerakan Pramuka secara keseluruhan:

  1. Keberagaman adalah kekuatan — Sako-Sako dengan kekhasannya masing-masing memperkaya khazanah kepramukaan nasional.
  2. Tradisi bisa dihidupkan kembali — vakum bukan berarti mati; dengan kemauan dan kerja keras, tradisi besar bisa bangkit.
  3. Santri dan Pramuka adalah kombinasi kuat — kedisiplinan pesantren berpadu dengan keterampilan kepramukaan menghasilkan generasi yang berkarakter.

Selamat untuk Sako Ma’arif NU Kencong. Semoga Kembang Purimas terus mekar di tahun-tahun mendatang — dan menginspirasi Sako-Sako lain di seluruh Indonesia.

Ekosistem Pramuka Digital

Setelah membaca, lanjut praktik.

Gunakan kegiatan sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.

Bagikan

Produk terkait

Produk yang nyambung dengan tulisan ini.

Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan kegiatan dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.

Semua produk

Saluran WhatsApp PramukaUpdate

Dapatkan tulisan pilihan, ide konten, dan info produk digital tanpa harus mengecek website setiap hari.

Bergabung di channel WhatsApp