Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI) Nasional 2026 resmi dibuka pada 16 Oktober 2026 oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Budi Waseso, dari Kwarda DKI Jakarta. Tahun ini mencatatkan rekor: 103.811 peserta terdaftar, dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Mengusung tema global “A Peaceful and Inclusive World” (Dunia yang Damai dan Inklusif), JOTA-JOTI tahun ini menjadi edisi ke-89 untuk JOTA dan ke-47 untuk JOTI. Kegiatan berlangsung serentak pada 16–18 Oktober 2026 di seluruh Indonesia, digelar secara hybrid — menggabungkan kegiatan on-air melalui radio amatir dan interaksi digital via internet.
Dua Kali Lipat: Apa Artinya?
Lonjakan peserta hingga dua kali lipat bukan sekadar angka. Ini menandakan beberapa hal penting:
Pertama, literasi digital Pramuka Indonesia meningkat pesat. JOTI menuntut peserta mampu berinteraksi aman di dunia maya — keterampilan yang semakin relevan.
Kedua, kemitraan dengan ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) semakin solid di berbagai daerah. Tanpa dukungan amatir radio, JOTA tidak mungkin terselenggara.
Ketiga, antusiasme generasi muda terhadap kegiatan yang memadukan teknologi dan kepramukaan terbukti tinggi. Ini modal penting untuk regenerasi.
Rangkaian Kegiatan
Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas:
- Kontak radio (QSO) dengan stasiun amatir di dalam dan luar negeri, melatih keterampilan komunikasi dan bahasa Inggris.
- JOTI chat dan video call dengan Pramuka dari berbagai negara melalui platform resmi.
- Tantangan digital seperti kuis, scavenger hunt virtual, dan pembuatan konten kreatif.
- Hike the Planet — tantangan hiking global yang berjalan paralel (15–20 Oktober).
Pesan Ka Kwarnas
Dalam sambutannya, Budi Waseso menekankan bahwa JOTA-JOTI bukan sekadar ajang bersenang-senang dengan teknologi. “Melalui JOTA-JOTI, Pramuka Indonesia belajar menjadi warga dunia — berkomunikasi lintas budaya, membangun persahabatan global, dan menyebarkan pesan perdamaian,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama ORARI yang menurunkan personel dan perangkat di berbagai titik kegiatan di seluruh Indonesia.
Yang Bisa Dipetik Gugus Depan
Bagi gugus depan yang belum sempat ikut tahun ini, JOTA-JOTI 2026 memberikan pelajaran berharga:
- Mulai persiapan lebih awal — koordinasi dengan ORARI lokal sebaiknya dimulai minimal 2 bulan sebelumnya.
- Siapkan perangkat — tidak harus mahal; satu stasiun radio komunitas dan beberapa laptop sudah cukup untuk memulai.
- Latih bahasa Inggris dasar — frasa-frasa standar QSO bisa dilatih dalam latihan rutin.
- Edukasi keamanan digital — bekali peserta dengan etika dan keamanan berinternet sebelum JOTI.
JOTA-JOTI 2027 pasti akan lebih besar lagi. Persiapkan gugus depanmu dari sekarang.
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan kegiatan sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.
Produk yang nyambung dengan tulisan ini.
Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan kegiatan dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.

E-book berisi 30 pesan inspiratif Baden-Powell yang dikembangkan menjadi bahan refleksi dan panduan implementasi untuk Pramuka Indonesia saat ini.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, peserta didik, Dewan Ambalan, Dewan Racana, Gudep, Kwartir, pelatih, dan pegiat pendidikan karakter.

Jersey edisi spesial menyambut Jambore Nasional XII 2026. Dibuat dengan bahan premium dry-fit yang nyaman untuk kegiatan lapangan dengan desain modern khas PramukaUpdate.
Cocok untuk: Peserta Jamnas, pembina pendamping, penegak, penggalang, dan kolektor merchandise premium Pramuka Indonesia.

Buku karya Anis Ilahi Wahdati dan Harto Juwono tentang pemikiran, karya, dan keteladanan Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai negarawan, pemimpin kebudayaan, pejuang kemerdekaan, dan Bapak Pramuka Indonesia.
Cocok untuk: Anggota Gerakan Pramuka, pembina, pelatih, pengurus kwartir, pendidik, mahasiswa, peneliti, dan pemerhati sejarah.
