Tanda penghargaan Pramuka diberikan untuk mengakui perilaku luhur, kesetiaan, keaktifan, jasa, karya, darma bakti, atau keberanian yang bermanfaat bagi perkembangan kepramukaan. Jadi, tanda ini bukan sekadar hiasan seragam dan tidak sama dengan tanda jabatan atau tanda kecakapan. [1]
Petunjuk Penyelenggaraan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka dalam Keputusan Kwarnas Nomor 175 Tahun 2012 juga mengatur siapa yang dapat menerima, bagaimana penghargaan diusulkan, serta kapan dan bagaimana penghargaan dikenakan. Berikut ringkasan yang bisa dipakai pembina dan anggota sebagai peta awal.
Kelompok tanda penghargaan Pramuka
Kwarnas membagi tanda penghargaan ke dalam beberapa kelompok, antara lain penghargaan Gerakan Pramuka, tanda kehormatan negara, tanda dari negara lain yang sesuai ketentuan, penghargaan dari organisasi kepramukaan dunia atau negara lain, serta penghargaan dari organisasi atau badan lain. [1]
Dalam kelompok penghargaan Gerakan Pramuka, jenisnya dibedakan menurut penerima.
Untuk anggota muda
Anggota muda—Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega—dapat memperoleh beberapa jenis berikut:
- Tanda Penghargaan Kegiatan, termasuk Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) dan Tanda Ikut Serta Bakti Gotong Royong (Tigor).
- Bintang Tahunan Pramuka, sebagai tanda kesetiaan dan keaktifan selama satu tahun atau kelipatannya.
- Lencana Wiratama, untuk keberanian dan ketekunan dalam usaha menyelamatkan atau mempertahankan kebaikan dan kebenaran.
- Lencana Karya Bakti, untuk anggota Penegak dan Pandega yang aktif dalam karya bakti penanggulangan bencana sesuai ketentuan.
- Lencana Teladan, bagi anggota muda yang menunjukkan sikap dan perilaku yang dapat menjadi teladan. [1]
Untuk anggota dewasa
Anggota dewasa dapat memperoleh Lencana Pancawarsa, Lencana Karya Bakti, Lencana Wiratama, serta Lencana Jasa. Lencana Jasa mencakup Lencana Darma Bakti, Lencana Melati, dan Lencana Tunas Kencana. [1]
Lencana Pancawarsa menandai kesetiaan dan keaktifan anggota dewasa dalam kegiatan kepramukaan selama lima tahun atau kelipatannya. Tingkatnya berjalan dari lima tahun sampai 50 tahun atau lebih melalui Pancawarsa Utama. [1]
Untuk orang dewasa di luar Gerakan Pramuka
Orang dewasa di luar Gerakan Pramuka juga dapat menerima penghargaan tertentu, seperti Lencana Satyawira, Lencana Darma Bakti, atau Lencana Melati, apabila jasa dan dukungannya dinilai bermanfaat bagi perkembangan kepramukaan. [1]
Bedanya Tiska, Tigor, dan Bintang Tahunan
Tiga istilah ini sering muncul dalam kegiatan, tetapi maknanya tidak sama.
Tiska diberikan kepada anggota yang ikut serta dan aktif dalam kegiatan atau perkemahan, misalnya Pesta Siaga, Jambore, Lomba Tingkat, Raimuna, atau kegiatan lain sesuai ketentuan penyelenggara. Tigor diberikan setelah anggota aktif dalam kegiatan Perkemahan Wirakarya. [1]
Sementara itu, Bintang Tahunan berkaitan dengan kesinambungan keaktifan anggota selama satu tahun penuh dan kelipatannya. Fokusnya bukan pada satu perkemahan, melainkan kesetiaan mengikuti kegiatan, menjalankan tugas, melatih diri, serta mengamalkan kode kehormatan sesuai tingkatannya. [1]
Contoh syarat penerima
Syarat penerima bergantung pada jenis penghargaan. Untuk Bintang Tahunan, anggota harus sudah dilantik sekurang-kurangnya sebagai Siaga Mula, Penggalang Ramu, Penegak Bantara, atau Pramuka Pandega. Selama satu tahun sejak pelantikan, anggota diharapkan aktif mengikuti kegiatan, patuh menjalankan tugas, rajin melatih diri, dan berusaha menjalankan Dwisatya-Dwidarma atau Trisatya-Dasadarma sesuai golongannya. [1]
Untuk Lencana Pancawarsa, anggota dewasa harus sudah dikukuhkan dalam jabatan tertentu, tekun dan bertanggung jawab menjalankan tugas, berusaha meningkatkan pembinaan peserta didik, serta menunjukkan sikap yang sesuai dengan kode kehormatan, Prinsip Dasar Kepramukaan, Metode Kepramukaan, dan Sistem Among. [1]
Adapun Lencana Teladan mensyaratkan anggota muda telah dilantik dan mencapai tingkat Pramuka Garuda, selain menunjukkan perilaku bertanggung jawab, ulet, sabar, sopan, dan bermanfaat bagi lingkungan. [1]
Bagaimana alur pengusulannya?
Pengusul membuat permintaan tertulis kepada pihak yang memiliki wewenang, melalui dan dengan persetujuan ketua kwartir yang bersangkutan. Bukti keikutsertaan dipakai untuk penghargaan kegiatan, sedangkan penghargaan orang dewasa menggunakan formulir yang dilengkapi riwayat hidup, riwayat pendidikan dan jabatan kepramukaan, serta bukti jasa atau pengabdian. [1]
Dewan kehormatan kemudian meneliti dan memberi pertimbangan. Keputusan dapat berupa menerima, menolak, atau menunda pemberian penghargaan. Untuk lencana, penghargaan disertai piagam. Kwartir atau satuan yang terkait juga perlu mencatat tanggal dan jenis penghargaan dalam buku catatan. [1]
Dalam praktiknya, pembina sebaiknya tidak mengusulkan penghargaan hanya karena anggota sering terlihat hadir. Kumpulkan bukti kegiatan, jelaskan kriteria sejak awal, dan bedakan antara penghargaan atas partisipasi, kesinambungan keaktifan, prestasi, dan jasa.
Kapan penghargaan diberikan?
Tanda penghargaan kegiatan diberikan dalam upacara penutupan kegiatan. Bintang Tahunan dapat diberikan saat upacara pembukaan atau penutupan latihan, hari ulang tahun gugus depan, atau kegiatan lain. Untuk lencana, petunjuk Kwarnas menyebut momen seperti Hari Proklamasi, Hari Pramuka, hari besar nasional, dan hari bersejarah Gerakan Pramuka. [1]
Tata cara serah terima dapat menyesuaikan ketentuan penyelenggara dan kewenangan organisasi setempat. Karena itu, pembina perlu memeriksa petunjuk terbaru dan keputusan kwartir yang berlaku sebelum menetapkan bentuk acara.
Prinsip memakai tanda penghargaan
Tanda penghargaan harus dikenakan sesuai ketentuan jenis dan tingkatnya. Petunjuk Kwarnas mengatur penempatan tanda penghargaan kegiatan dan Bintang Tahunan di area saku kanan pada seragam putra, dengan penyesuaian untuk seragam putri. Lencana dengan pita gantung ditempatkan di area saku kiri untuk seragam upacara, dengan susunan dan jumlah yang diatur dalam petunjuk. [1]
Jangan mengubah bentuk, memindahkan posisi, atau mencampur tanda penghargaan dengan tanda jabatan dan tanda kecakapan tanpa merujuk aturan. Jika ada keraguan, tanyakan kepada pembina atau kwartir yang berwenang.
Penutup
Tanda penghargaan Pramuka seharusnya menjadi bagian dari pendidikan, bukan perlombaan mengumpulkan lencana. Penghargaan yang diberikan dengan kriteria jelas dapat menumbuhkan tanggung jawab, keteladanan, kesetiaan, dan semangat berbuat baik. Karena aturan teknis dapat diperbarui, gunakan petunjuk resmi Kwarnas dan arahan kwartir setempat sebagai rujukan utama.
*Catatan ilustrasi: gambar sampul adalah foto koleksi lencana kepanduan dari Wikimedia Commons, bukan foto tanda penghargaan resmi Gerakan Pramuka Indonesia. Foto dan lisensinya tercantum pada sumber gambar. [2][3]
Sources
[1] https://pramuka.or.id/files/document/SK-175-2012-Jukran-Tanda-Penghargaan.pdf [2] https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Boy_Scout_merit_badges.jpg [3] https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan materi sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.
Ringkasan tanya jawab
Panduan tanda penghargaan Pramuka berdasarkan Petunjuk Penyelenggaraan Kwarnas Nomor 175 Tahun 2012: jenis, syarat penerima, pengusulan, dan pemakaian.
Artikel ini berguna untuk pembina Pramuka, peserta didik, pengurus gugus depan, dan pembaca yang membutuhkan rujukan praktis tentang materi.
Gunakan daftar isi untuk memilih bagian yang paling relevan, lalu jadikan poin-poin utamanya sebagai bahan diskusi, catatan pembinaan, atau rujukan saat menyiapkan kegiatan.
Produk yang nyambung dengan tulisan ini.
Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan materi dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.

E-book berisi 30 pesan inspiratif Baden-Powell yang dikembangkan menjadi bahan refleksi dan panduan implementasi untuk Pramuka Indonesia saat ini.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, peserta didik, Dewan Ambalan, Dewan Racana, Gudep, Kwartir, pelatih, dan pegiat pendidikan karakter.

Paket template administrasi gugus depan siap edit untuk membuat program kerja, pelaporan, persuratan, data anggota, dan inventaris lebih rapi.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, pengurus gudep, sekretaris satuan, dan tim administrasi yang ingin tata kelola gugus depan lebih profesional.

Paket lengkap 42 dokumen siap pakai untuk Pembina Pramuka — mencakup RPP/Modul Ajar, program kerja, surat, buku kas, akreditasi, dan bank soal dalam format DOCX dan XLSX yang mudah diedit.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, pengurus gugus depan, sekretaris satuan, dan tim administrasi yang membutuhkan dokumen lengkap, terstruktur, dan siap edit.
