Sistem Among adalah cara pelaksanaan pendidikan dalam oraganisasi kepanduan Gerakan Pramuka. Kata Among memiliki arti mengasuh, memelihara dan menjaga. Sedangkan orang yang melakukannya disebut PAMONG. Kalimat dari sistem among “ Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani“ adalah hasil pemikiran Ki Hajar Dewantara.
Sistem Among dalam kepramukaan
Sistem Among dalam kepramukaan merupakan bagian penting dalam pembinaan pramuka. Sistem Among erat kali dalam proses pembinaan peserta didik pramuka.
Peran Pembina Pramuka dalam pembinaan peserta didik masing-masing golongan sangat berkaitan dengan sistem among ini. Ngemong atau mengasuh dalam latihan pramuka yang di lakukan oleh pembina di sesuaikan dengan golongan pramuka.
Pada usia pramuka siaga Pembina berada di paling depan “ing ngarsa sung tulodho” di depan menjadi contoh teladan. Format upacara yang melingkar, adalah sebuah cerminan pembina pramuka/ yanda/ bunda menjadi titik contoh dan mengarahkan siaga.
Di Usia siaga peran pembina pramuka sangatlah besar, memberikan arahan, contoh, keteladanan. Menjadi teman bermain dan mengingatkan dalam latihan pramuka. Hampir semua kegiatan peran pembina 100% yang utama mendampingi.
pembina pramuka penggalang
Penggalang memiliki pola pembinaan yang berbeda dengan siaga. Format upacara berupa angkare “ing madya mangun karsa” seorang pembina, ditengah ikut membangun/ melaksanakan. Selain menjadi contoh, seorang pembina juga bersama-sama pramuka penggalang merencanakan program kerja latihan pramuka.
Porsi pembina sudah tidak 100% menjadi yang mengarahkan acara latihan, tetapi dibantu oleh dewan penggalang. Pramuka penggalang sudah mulai membuka diri dengan dunia luar, namun masih perlu arahan yang banyak dari pembina.
Pada usia penegak dan pandega seorang pembina pramuka tinggal Tut Wuri Handayani yang memiliki arti dibelakang memberikan dorongan/ bantuan ke arah kemandirian.
Peran pembina lebih sedikit lagi dibandingkan pembinaan di usia penggalang. Di usia penegak dengan adanya dewan ambalan yang bertugas menjalankan program kerjanya.
Sistem Among adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam pembinaan pramuka. Porsi pembina sangat sedikit jika pembinaan yang terjadi di dewan ambalan sudah berjalan dengan baik. Tugas pembina menjadi teman diskusi bagi DA dan memonitoring jalannya kegiatan pramuka.
Ki Hajar Dewantara memiliki nama kecil Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Beliau pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan pada Kabinet Pemerintahan Pertama Era Ir. Soekarno. Gelar yang melekat dengan Ki Hajar Dewantara adalah bapak pendidikan dan pendiri perguruan tinggi taman siswa. Beliau Lahir 2 Mei 1889 dan meninggal pada 28 April 1959.
Foto : baguse.ch
[su_box title=“Pesan Produk Toko Pramuka Online” box_color=“#ff3b30” title_color=“#ffffff” radius=“4”]Tersedia Kaos, Scarf, Topi, Buku Pramuka, Kemeja Lapangan. Bisa Pesan Satuan maupun Lusinan. Silahkan hubungi nomor CS untuk info lebih lanjut 0877-2264-2882 (Klik nomor langsung chat WA) . Bisa SMS, Call, WA.[/su_box]
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan materi sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.
Ringkasan tanya jawab
Sistem Among adalah cara pelaksanaan pendidikan dalam oraganisasi kepanduan Gerakan Pramuka. Kata Among memiliki arti mengasuh, memelihara dan menjaga. Sedan...
Artikel ini berguna untuk pembina Pramuka, peserta didik, pengurus gugus depan, dan pembaca yang membutuhkan rujukan praktis tentang materi.
Gunakan daftar isi untuk memilih bagian yang paling relevan, lalu jadikan poin-poin utamanya sebagai bahan diskusi, catatan pembinaan, atau rujukan saat menyiapkan kegiatan.
Produk yang nyambung dengan tulisan ini.
Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan materi dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.

E-book berisi 30 pesan inspiratif Baden-Powell yang dikembangkan menjadi bahan refleksi dan panduan implementasi untuk Pramuka Indonesia saat ini.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, peserta didik, Dewan Ambalan, Dewan Racana, Gudep, Kwartir, pelatih, dan pegiat pendidikan karakter.

100 prompt AI untuk membantu Pembina Pramuka lebih cepat, rapi, dan produktif — mulai dari surat-menyurat, laporan kegiatan, kalender konten, hingga proposal kegiatan.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, pengurus gudep, Dewan Kerja, dan siapa saja yang ingin menggunakan AI untuk mempercepat pekerjaan administrasi dan perencanaan kegiatan kepramukaan.

E-book yang meringkas gagasan-gagasan inti Baden-Powell dari buku Scouting for Boys ke dalam format modern, praktis, dan relevan dengan Pramuka masa kini.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, pelatih, pembina satuan, penegak laksana, pandega, dan seluruh peminat sejarah serta metodologi kepramukaan.
