Sejarah Hari Guru Nasional 25 November: Dari Kongres Guru 1945 sampai Keppres 1994
Mengapa Hari Guru Nasional jatuh pada 25 November? Jawabannya bermula dari Kongres Guru Indonesia di Surakarta pada 1945, saat para guru bersatu melahirkan PGRI — tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan.
Seri: Hari Guru Nasional 2026
Setiap 25 November, sekolah-sekolah di Indonesia memperingati Hari Guru Nasional. Tanggal itu bukan dipilih sembarangan. Ia adalah tanggal lahir organisasi guru Indonesia — dan kisahnya dimulai jauh sebelum kemerdekaan.
1912: Guru Pribumi Berserikat
Pada masa penjajahan Belanda, guru-guru pribumi mendirikan Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) pada 1912. Wadah ini menghimpun guru bantu, guru desa, kepala sekolah, hingga penilik sekolah. Tujuannya ganda: memperjuangkan nasib guru sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan di kalangan pendidik.
Pada 1932, sebanyak 32 organisasi guru sepakat bergabung menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Persatuan ini menjadi fondasi penting bagi lahirnya organisasi guru yang tunggal dan independen setelah kemerdekaan.
24–25 November 1945: Kongres Guru di Surakarta
Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945 menginspirasi para guru untuk berkumpul dalam Kongres Guru Indonesia di Surakarta pada 24–25 November 1945. Pesertanya beragam: guru aktif, pensiunan guru pejuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk.
Mereka sepakat mengesampingkan perbedaan latar pendidikan, tempat kerja, daerah, politik, agama, dan suku. Hasilnya, tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada 25 November 1945 lahirlah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Kongres itu menetapkan tiga tujuan utama PGRI: mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperjuangkan nasib guru.
1994: Ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional
Meski PGRI lahir pada 1945, tanggal 25 November baru resmi menjadi Hari Guru Nasional pada 1994, melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 yang ditandatangani Presiden Soeharto pada 24 November 1994.
Keppres itu memuat dua pertimbangan. Pertama, guru memiliki kedudukan dan peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional, khususnya dalam pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kedua, tanggal 25 November selama ini telah diperingati sebagai hari ulang tahun PGRI, sehingga dipandang perlu menetapkannya sebagai Hari Guru Nasional sebagai wujud penghormatan kepada guru.
Keppres itu juga menegaskan satu hal yang sering disalahpahami: Hari Guru Nasional bukan hari libur nasional. Sekolah tetap beraktivitas, dan peringatan biasanya diisi upacara bendera serta kegiatan apresiasi untuk guru.
Diperkuat Undang-Undang Guru dan Dosen
Dasar penetapan itu kemudian diperkuat oleh Pasal 38 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menyebut 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Hingga kini, ketentuan dalam Keppres 78/1994 masih berlaku.
HUT PGRI dan Hari Guru Nasional: Tanggal Sama, Makna Beda
Karena tanggalnya sama, dua peringatan ini sering dianggap satu. Padahal maknanya berbeda. HUT PGRI memperingati lahirnya organisasi profesi guru pada 1945. Hari Guru Nasional adalah hari nasional yang ditetapkan negara pada 1994 untuk menghormati seluruh guru Indonesia — anggota PGRI maupun bukan.
Bulan Guru Nasional
Sejak beberapa tahun terakhir, November dicanangkan sebagai Bulan Guru Nasional. Rangkaiannya berlangsung sepanjang bulan dan berpuncak pada upacara bendera 25 November yang digelar serentak di satuan pendidikan, disertai pemberian penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan.
Bagi gugus depan, ini kabar baik: peringatan Hari Guru tidak harus dipadatkan dalam satu hari. Regu bisa menyiapkan kartu ucapan pada minggu pertama, melaksanakan bakti pada minggu kedua, dan menutup rangkaian dengan upacara pada 25 November. Cara bertahap seperti ini justru lebih mendidik daripada seremoni satu hari yang terburu-buru.
Apa Artinya bagi Pramuka?
Bagi anggota Pramuka, sejarah ini dekat sekali. Sebagian besar gugus depan berpangkalan di sekolah, dan sebagian besar pembina adalah guru. Guru yang mengajar di kelas pada pagi hari, pada sore harinya membina regu di lapangan. Memahami sejarah Hari Guru Nasional berarti memahami sejarah para pembina kita sendiri.
Itulah sebabnya seri ini disiapkan: agar peringatan 25 November nanti bukan sekadar seremoni, melainkan momen Pramuka belajar menghargai guru dengan cara yang nyata.
Sumber
- Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.
- Laman PGRI DIY, “Selamat Hari Guru Nasional dan HUT PGRI”.
- Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Pasal 38.
Dalam seri: Hari Guru Nasional 2026
Seri menyongsong Hari Guru Nasional 25 November: sejarah, logo, makna bagi Pramuka, kegiatan peringatan, dan panduan membedakan tiga hari peringatan pendidikan.
- Sejarah Hari Guru Nasional 25 November: Dari Kongres Guru 1945 sampai Keppres 1994
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan pendidikan sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.

