***Pendidikan Karakter ***- Seperti yang kita ketahui bersama, ekstrakurikuler pramuka adalah ekskul yang wajib diikuti oleh para siswa yang masih duduk di bangku sekolah. Baik itu di tingkat SD, SMP, maupun SMA, pramuka akan dimasukkan ke dalam ekstrakurikuler wajib pada Kurikulum 2013. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan periode lalu yaitu Mohammad Nuh yang menegaskan bahwa, “Pramuka akan menjadi kegiatan ekstrakurikuler wajib untuk siswa Sekolah Dasar (SD), bukan mata pelajaran wajib. Pemerintah memiliki alasan yang kuat untuk menjadikan Pramuka sebagai salah satu ekskul wajib” (Kompas, 2013).
Mengapa hal ini menjadi diwajibkan? Menurut Pak Menteri, “Dari sisi pendidikan dan kegiatan, Pramuka mengajarkan banyak nilai, mulai dari kepemimpinan, kebersamaan, sosial, kecintaan alam, hingga kemandirian serta sejalan dengan kurikulum 2013.” Pendidikan karakter yang kerap menjadi tujuan dari sistem pendidikan di Indonesia ini kemudian difokuskan untuk mengembangkan kegiatan kepramukaan. Namun, apakah dengan mewajibkan pramuka sebagai salah satu penerapan pendidikan karakter, sudah berjalan dengan efektif?
Jika ditilik dari beberapa kasus di masyarakat, kegiatan pramuka saat ini yang diadakan, salah satu contohnya adalah melalui perkemahan, belum dijalankan secara serius oleh para pelakunya. Beberapa peristiwa perkemahan SD atau SMP saat ini malah dijadikan ajang para orang tua mengkawatirkan anaknya. Bahkan ada beberapa orang tua murid yang ikut serta hingga ke area perkemahan. Jika hal ini terjadi, maka sudah jelas jika dari sisi kemandirian dan kedisiplinan, siswa-siswa yang mengikuti kegiatan pramuka belum mencapai tujuannya dari sisi pendidikan karakter.

Untuk itu peran antara sekolah sebagai penyelenggara pendidikan dan orang tua murid haruslah berjalan secara bersamaan. Jika memang ekstrakurikuler pramuka sebagai wadah untuk mengembangkan pendidikan karakter, orang tua murid juga harus berpartisipasi untuk mendukung kegiatan ini agar berjalan dan mencapai tujuannya.
Pendidikan Karakter dalam dunia Pramuka
Pramuka yang selama ini diajarkan di sekolah dapat mencapai tujuannya dalam menerapkan pendidikan yang berbudaya, moral, kemampuan, keterampilan hidup dan berorganisasi, selain daripada mengajarkan mengenai teknik kepramukaan itu sendiri. Karena memang pramuka merupakan wadah yang tepat bagi siswa untuk mengembangkan pendidikan karakter berdasarkan nilai-nilai kepramukaan dan dasadharma pramuka.
Acuan dasadharma pramuka ini harus dipahami betul dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya sebagai hafalan ketika menjawab soal pramuka agar mendapatkan poin yang tinggi. Materi-materi kepramukaan yang ada saat ini harus mengacu kepada sejarah dan penerapan gerakan pramuka di masa lalu yang dapat menggerakan pemuda pemudi untuk bersatu padu demi kemajuan Indonesia. Pramuka saat ini harus bisa menjadi lebih dari sekedar menghafal simaphore, jejak alam, dan teknik kepramukaan lainnya. Akan tetapi, penerapan dalam kehidupan sehari-hari harus lebih diperbanyak sehingga amalan yang ada pada dasadharma dapat tercapai dan terlaksana sehingga mencerminkan pendidikan karakter yang diharapkan.
Jika kegiatan pramuka diciptakan dengan materi yang sesuai dengan tujuan serta diajarkan oleh tenaga pendidik yang mumpuni, maka bukanlah tidak mungkin pramuka akan menjadi populer di kalangan semua siswa seperti yang pernah terjadi di Indonesia beberapa tahun silam, bahwa betapa bangganya siswa-siswi mengikuti gerakan pramuka. Tujuan pramuka sebagai wadah pendidikan karakter di Indonesia tentu dapat dicapai melalui peran pemerintah, sekolah, orang tua, serta siswa yang mengikuti kegiatan pramuka. Sehingga pramuka yang sekarang merupakan ekstrakurikuler wajib ini benar-benar terbukti penerapannya sebagai bentuk perwujudan pendidikan karakter di Indonesia.
Foto by @taufik.ristanto
Didukung oleh : tokopramuka.com
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan materi sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.
Ringkasan tanya jawab
Pendidikan Karakter - Seperti yang kita ketahui bersama, ekstrakurikuler pramuka adalah ekskul yang wajib diikuti oleh para siswa yang masih duduk di bangku sek...
Artikel ini berguna untuk pembina Pramuka, peserta didik, pengurus gugus depan, dan pembaca yang membutuhkan rujukan praktis tentang materi.
Gunakan daftar isi untuk memilih bagian yang paling relevan, lalu jadikan poin-poin utamanya sebagai bahan diskusi, catatan pembinaan, atau rujukan saat menyiapkan kegiatan.
Produk yang nyambung dengan tulisan ini.
Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan materi dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.

Paket program kegiatan Pramuka berbasis SKU untuk 1 tahun latihan. Berisi file Word dan Excel siap edit untuk Siaga, Penggalang, dan Penegak.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, guru, pembina gugus depan, dan pengurus satuan yang ingin menyusun latihan tahunan berbasis SKU tanpa mulai dari nol.

E-book berisi 30 pesan inspiratif Baden-Powell yang dikembangkan menjadi bahan refleksi dan panduan implementasi untuk Pramuka Indonesia saat ini.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, peserta didik, Dewan Ambalan, Dewan Racana, Gudep, Kwartir, pelatih, dan pegiat pendidikan karakter.

Paket template administrasi gugus depan siap edit untuk membuat program kerja, pelaporan, persuratan, data anggota, dan inventaris lebih rapi.
Cocok untuk: Pembina Pramuka, pengurus gudep, sekretaris satuan, dan tim administrasi yang ingin tata kelola gugus depan lebih profesional.