Lewati ke konten utama
PramukaUpdateMedia Edukasi & Informasi Pramuka

Jamnas XII 2026: 19.833 Peserta dan Fokus Swasembada Pangan

Kwarnas menyebut Jamnas XII 2026 diikuti 19.833 peserta dari 41 kontingen. Selain pertemuan besar Penggalang, kegiatan ini diarahkan untuk melatih kemandirian, keterampilan, dan kepedulian terhadap pangan.

Jamnas XII 2026: 19.833 Peserta dan Fokus Swasembada Pangan
Daftar isi7 bagian
  1. Jambore lima tahunan untuk Pramuka Penggalang
  2. Mengapa swasembada pangan menjadi tema?
  3. Dari learning by doing ke learning, creating, and solving
  4. Nilai yang ditekankan selama kegiatan
  5. Pelajaran yang dapat dibawa pulang
  6. Penutup
  7. Sources
/ cari  ·  b simpan

Jambore Nasional XII Tahun 2026 berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur. Kwartir Nasional menyebut kegiatan ini diikuti 19.833 peserta dari 41 kontingen.[1]

Kontingen tersebut mencakup utusan 35 Kwartir Daerah, Gugus Depan pada Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, serta peserta dari negara sahabat seperti Sri Lanka, Mauritius, Australia, Timor Leste, Malaysia, Taiwan, dan Brunei Darussalam. Jika dihitung bersama panitia, pembina pendamping, pimpinan kontingen, dan unsur pendukung lain, warga perkemahan disebut mendekati 25.000 orang.[1]

Jambore lima tahunan untuk Pramuka Penggalang

Jamnas merupakan pertemuan besar anggota Pramuka golongan Penggalang yang diselenggarakan oleh Kwarnas setiap lima tahun. Kegiatan ini tidak hanya dimaksudkan sebagai pertemuan antardaerah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan.

Kwarnas menjelaskan bahwa Jamnas XII 2026 diarahkan untuk membentuk watak, meningkatkan kemandirian dan keterampilan, serta menumbuhkan rasa kebangsaan dalam keberagaman. Proses tersebut dijalankan melalui kegiatan di alam terbuka dengan pendekatan edukatif, kreatif, rekreatif, produktif, inovatif, kompetitif, dan menantang.

Bagi peserta, pengalaman di perkemahan dapat menjadi latihan yang konkret. Mereka perlu mengatur perlengkapan, mengikuti jadwal, bekerja dalam regu, berkomunikasi dengan anggota dari daerah lain, dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan.

Mengapa swasembada pangan menjadi tema?

Tema besar Jamnas XII 2026 adalah “Berkreasi, Berinovasi, Terampil dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.” Menurut Ketua Kwarnas Budi Waseso, tema itu berkaitan dengan komitmen Gerakan Pramuka mendukung kemandirian pangan nasional.

Kwarnas menekankan bahwa swasembada pangan bukan hanya persoalan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya, dan kesiapan generasi muda untuk mengenali persoalan di lingkungannya.

Cara pandang itu penting untuk diterapkan di pangkalan. Kegiatan pangan dapat berupa kebun kecil, pengenalan bahan pangan lokal, penghematan air, pengolahan sampah organik, atau diskusi tentang bagaimana teknologi membantu petani dan masyarakat. Pembina tetap perlu memastikan kegiatan sesuai usia dan tidak mengubah latihan menjadi pekerjaan yang berisiko.

Dari learning by doing ke learning, creating, and solving

Dalam siaran persnya, Kwarnas menyebut proses pendidikan kepramukaan terus berkembang dari learning by doing menuju learning, creating, and solving—belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata.[1]

Gagasan itu dapat diterjemahkan melalui pola kegiatan sederhana. Peserta tidak hanya menerima penjelasan tentang pangan, tetapi juga mengamati masalah, membuat solusi kecil, menjalankan uji coba, lalu mengevaluasi hasilnya. Misalnya, regu dapat membandingkan cara penyiraman tanaman, mencatat penggunaan air, dan mendiskusikan metode yang paling efisien.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan kebutuhan pembinaan di era digital. Peserta dapat menggunakan teknologi untuk mencari informasi, membuat catatan, dan mendokumentasikan proses, tetapi tetap harus memeriksa sumber dan menjaga privasi anggota.

Nilai yang ditekankan selama kegiatan

Kegiatan Jamnas XII 2026 dirancang dengan penekanan pada kebangsaan, patriotisme, kemandirian, spiritualitas, toleransi, persatuan, keberagaman, dan demokrasi. Kegiatan juga diarahkan agar peserta berada dalam suasana aman, nyaman, dan selamat.

Nilai-nilai itu tidak hanya terlihat saat upacara. Ia muncul ketika regu memilih ketua secara adil, membagi tugas tanpa mengecualikan anggota, menghormati kontingen lain, dan melaporkan masalah kepada pendamping. Karena itu, evaluasi setelah kegiatan perlu membahas sikap dan proses, bukan hanya hasil lomba.

Pelajaran yang dapat dibawa pulang

Tidak semua gugus depan dapat mengikuti Jamnas. Namun, model pembelajarannya dapat diadaptasi. Pembina bisa menyiapkan proyek kecil selama beberapa pertemuan dengan urutan:

  • memilih masalah lingkungan atau pangan di sekitar pangkalan;
  • mengumpulkan informasi dari sumber tepercaya;
  • membagi peran di dalam regu;
  • membuat dan menjalankan solusi sederhana;
  • mencatat perubahan serta kendala;
  • menyampaikan hasil dan rencana perbaikan.

Dengan cara ini, berita tentang Jamnas tidak berhenti sebagai informasi acara. Ia menjadi inspirasi untuk memperbaiki kualitas latihan sehari-hari.

Penutup

Jamnas XII 2026 mempertemukan 19.833 peserta dalam kegiatan lima tahunan Pramuka Penggalang. Fokus swasembada pangan memberi ruang bagi peserta untuk menghubungkan keterampilan kepramukaan dengan persoalan nyata: lingkungan, teknologi, kerja sama, dan kemandirian.

Sources

[1] https://pramuka.or.id/jamnas-xii-2026-resmi-digelar-19-ribu-penggalang-siap-berkreasi-dan-berinovasi-untuk-swasembada-pangan

Ekosistem Pramuka Digital

Setelah membaca, lanjut praktik.

Gunakan berita sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.

Bagikan
Pertanyaan umum

Ringkasan tanya jawab

Berita Jamnas XII 2026 di Buperta Cibubur: jumlah peserta, kontingen, tema swasembada pangan, serta tujuan pendidikannya.

Artikel ini berguna untuk pembina Pramuka, peserta didik, pengurus gugus depan, dan pembaca yang membutuhkan rujukan praktis tentang berita.

Gunakan daftar isi untuk memilih bagian yang paling relevan, lalu jadikan poin-poin utamanya sebagai bahan diskusi, catatan pembinaan, atau rujukan saat menyiapkan kegiatan.

Saluran WhatsApp PramukaUpdate

Dapatkan tulisan pilihan, ide konten, dan info produk digital tanpa harus mengecek website setiap hari.

Bergabung di channel WhatsApp