Lewati ke konten utama
PramukaUpdateMedia Edukasi & Informasi PramukaBaca terbaru
Terbaru
Lihat semua

Hari Santri 22 Oktober: Kegiatan Toleransi dan Pengabdian untuk Pramuka

Ide kegiatan Pramuka untuk memperingati Hari Santri melalui dialog, pelayanan lingkungan, dan pengabdian yang menghormati perbedaan.

Hari Santri 22 Oktober: Kegiatan Toleransi dan Pengabdian untuk Pramuka
Daftar isi8 bagian
  1. Mulai dari tujuan yang sederhana
  2. Ide kegiatan 90 menit
  3. Contoh pembagian tugas
  4. Hal yang perlu dihindari
  5. Penilaian dan tindak lanjut
  6. Penutup
  7. Checklist pembina sebelum kegiatan
  8. Sources

Hari Santri pada 22 Oktober dapat menjadi kesempatan bagi gugus depan untuk membicarakan toleransi dan pengabdian secara konkret. Kegiatan tidak perlu berubah menjadi seremoni yang panjang. Regu dapat belajar mendengarkan, bekerja bersama, dan membantu lingkungan tanpa menjadikan identitas agama seseorang sebagai bahan tontonan.

Peringatan Hari Santri ditetapkan pemerintah sebagai momentum untuk menghargai kontribusi santri dan pesantren dalam kehidupan kebangsaan. Informasi resmi mengenai peringatan dan kebijakan terkait perlu dirujuk dari kanal Kementerian Agama, bukan dari poster berantai yang tidak jelas asalnya.[1] Bagi Pramuka, titik tekannya bukan meniru kegiatan lembaga lain, melainkan menerjemahkan nilai pengabdian ke kegiatan yang sesuai usia, izin pangkalan, dan kebutuhan lingkungan.

Mulai dari tujuan yang sederhana

Sebelum memilih aktivitas, pembina perlu menyepakati tujuan belajar. Misalnya, peserta mampu menyebutkan contoh sikap menghormati perbedaan, bekerja dalam regu dengan pembagian tugas yang adil, dan menyusun satu tindakan pelayanan yang aman. Tujuan seperti ini lebih mudah diamati daripada target yang terlalu luas seperti “membentuk karakter toleran”.

Toleransi bukan berarti menghapus perbedaan atau meminta peserta menceritakan keyakinan pribadinya. Dalam latihan, toleransi dapat dipraktikkan melalui giliran berbicara, penggunaan bahasa yang sopan, penghormatan terhadap waktu ibadah, dan kesediaan bekerja sama pada tujuan sosial yang disepakati. Pembina harus memberi contoh bahwa tidak semua pertanyaan pribadi perlu dijawab di depan kelompok.

Ide kegiatan 90 menit

Rangkaian berikut dapat dipakai untuk Penggalang atau Penegak dengan penyesuaian. Siaga memerlukan instruksi lebih pendek, pendampingan rapat, dan aktivitas yang lebih banyak menggunakan permainan sederhana.

Pembukaan dan kesepakatan aman

Awali dengan penjelasan singkat tentang Hari Santri dan tujuan latihan. Hindari klaim sejarah yang tidak memiliki sumber atau pernyataan bahwa satu kelompok lebih baik daripada kelompok lain. Sampaikan empat kesepakatan: tidak mengejek keyakinan, tidak memaksa orang bercerita, tidak memotret tanpa izin, dan menghentikan percakapan bila ada peserta yang merasa tidak nyaman.

Buat regu menyusun contoh perilaku yang sesuai. Contohnya memberi kesempatan teman menyelesaikan pendapat, tidak mengubah ruang ibadah menjadi tempat bermain, serta meminta izin sebelum memakai fasilitas warga. Hasilnya ditulis oleh pembina atau peserta pada kertas kegiatan, bukan pada pakaian atau properti yang berpotensi dibaca sebagai slogan kelompok.

Peta kebutuhan lingkungan

Pilih lokasi yang sudah mendapat izin: halaman sekolah, balai warga, perpustakaan, atau area pangkalan. Regu memetakan kebutuhan sederhana seperti daun berserakan, rak buku yang perlu ditata, jalur yang licin, atau tempat sampah yang tidak terpilah. Jangan memasuki rumah ibadah atau ruang privat tanpa persetujuan pengelola.

Setiap regu mencatat temuan dalam tiga kolom: fakta yang terlihat, dampak yang mungkin terjadi, dan bantuan yang berada dalam kewenangan mereka. Catatan harus bebas dari nama lengkap warga, foto wajah, alamat, atau cerita pribadi. Jika masalah memerlukan keahlian atau kewenangan pemerintah, tugas peserta cukup melaporkan melalui pembina.

Aksi pengabdian kecil

Pilih satu pekerjaan yang risikonya rendah. Contohnya membersihkan halaman bersama pengelola, menata buku di ruang baca, membuat penanda jalur yang tidak mengganggu fasilitas, atau menyiapkan daftar kebutuhan kegiatan warga. Gunakan sarung tangan dan alat yang sesuai. Peserta tidak boleh menangani limbah tajam, bahan kimia, instalasi listrik, atau pekerjaan di tempat tinggi.

Aksi pengabdian bukan pertunjukan. Minta izin sebelum mengambil gambar dan jangan mempublikasikan wajah penerima bantuan tanpa persetujuan yang jelas. Bila dokumentasi diperlukan, foto dapat berfokus pada tangan yang bekerja, alat, atau hasil kegiatan. Nama dan alamat pihak yang dibantu tidak perlu dimasukkan ke caption.

Dialog reflektif

Setelah pekerjaan selesai, setiap regu menjawab tiga pertanyaan: apa yang kami dengar dari orang lain, keputusan apa yang harus dibuat bersama, dan tindakan apa yang dapat kami lanjutkan? Pembina perlu menjaga agar percakapan tidak berubah menjadi debat keyakinan. Koreksi bahasa yang merendahkan dengan tenang dan kembalikan pembicaraan pada pengalaman kegiatan.

Peserta boleh menyampaikan bahwa mereka tidak nyaman atau belum memahami sesuatu. Itu bukan kegagalan. Belajar menghormati batas pribadi merupakan bagian dari keselamatan psikologis dalam latihan.

Contoh pembagian tugas

Pemimpin regu bertugas memastikan semua suara mendapat kesempatan. Sekretaris mencatat temuan tanpa data pribadi. Penjaga alat memeriksa sarung tangan, sapu, dan kantong sampah. Penghubung berbicara kepada pengelola lokasi dengan didampingi pembina. Dokumentasi, bila disetujui, memakai perangkat yang dipegang orang yang ditunjuk dan mengikuti batas publikasi.

Pembagian peran sebaiknya bergilir. Jangan otomatis menunjuk peserta tertentu sebagai juru bicara karena jenis kelamin, latar belakang, atau pengalaman ibadahnya. Peran dipilih berdasarkan kesiapan dan kesempatan belajar.

Hal yang perlu dihindari

Jangan membuat simulasi yang menirukan ibadah, meminta peserta memakai atribut agama yang bukan miliknya, atau menjadikan santri dan non-santri sebagai dua kubu permainan. Hindari pula lomba “kelompok paling toleran” yang mendorong peserta menilai identitas teman. Pengabdian tidak boleh menjadi konten promosi atau cara mengumpulkan cerita sedih.

Jika kegiatan melibatkan pesantren, madrasah, atau komunitas keagamaan, pembina perlu berkomunikasi dengan pengelola lebih awal. Tanyakan aturan pakaian, jadwal, area yang boleh difoto, dan bentuk bantuan yang benar-benar dibutuhkan. Hargai jawaban “tidak” tanpa memaksa.

Penilaian dan tindak lanjut

Nilai proses, bukan kemeriahan. Pembina dapat memakai empat indikator: peserta mendengar tanpa mengejek, tugas dibagi secara adil, alat digunakan aman, dan regu mampu menjelaskan dampak kegiatannya. Setelah latihan, kirim ucapan terima kasih kepada pengelola lokasi bila kegiatan dilakukan di luar pangkalan.

Tindak lanjutnya bisa sederhana: satu regu menjaga kebersihan rak buku selama sebulan, membuat jadwal perawatan halaman, atau menyerahkan daftar kebutuhan kepada pengelola. Jangan menjanjikan bantuan yang tidak sanggup dipenuhi. Pengabdian yang kecil tetapi konsisten lebih jujur daripada acara besar tanpa kelanjutan.

Penutup

Peringatan Hari Santri bersama Pramuka dapat menjadi latihan kewargaan: mendengar kebutuhan, bekerja tertib, menghormati perbedaan, dan bertanggung jawab atas dampak tindakan. Ukuran keberhasilan bukan banyaknya foto atau ramainya acara, melainkan apakah peserta pulang dengan pemahaman bahwa pengabdian dilakukan bersama pihak yang dilayani, bukan untuk menjadikan mereka latar cerita.

Checklist pembina sebelum kegiatan

Pastikan lokasi sudah disetujui pengelola, jumlah pendamping sesuai kebutuhan, dan ada rencana pulang yang jelas. Periksa cuaca, kondisi alat, akses air minum, serta jalur bagi peserta yang memerlukan dukungan. Sampaikan bahwa siapa pun boleh meminta jeda atau bantuan. Jika muncul konflik, hentikan aktivitas, pisahkan kebutuhan yang mendesak, dan lanjutkan setelah semua pihak siap. Catatan evaluasi cukup memuat kejadian dan perbaikannya, tanpa menyebarkan identitas peserta.

Dengan persiapan tersebut, Hari Santri tidak berhenti pada ucapan selamat. Regu mendapat pengalaman bahwa menghormati perbedaan terlihat dari keputusan kecil: meminta izin, berbagi tugas, menjaga kata-kata, dan tidak memakai pengalaman orang lain sebagai bahan promosi.

Sources

[1] https://kemenag.go.id

Ekosistem Pramuka Digital

Setelah membaca, lanjut praktik.

Gunakan pendidikan sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.

Bagikan

Saluran WhatsApp PramukaUpdate

Dapatkan tulisan pilihan, ide konten, dan info produk digital tanpa harus mengecek website setiap hari.

Bergabung di channel WhatsApp