Sejarah Dasa Darma Pramuka - Salam Pramuka! yuk kita kupas Sejarah Dasa Darma Pramuka - Rumusan dasa dharma yang kita kenal sekarang ternyata melalui proses pergantian perumusan. Dasa dharma mengalami perubahan dari tahun 1961 hingga tahun 1978. Perubahan yang memakan waktu sekitar 17 tahun. Udah lahir belum kakak-kakak pembaca setia saat rumusan yang pertama kalinya ada? Wah belum ya. Sama dong hehe.
Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas janji dan komitmen diri yang disebut Satya Pramuka serta ketentuan moral yang disebut Darma Pramuka.
Darma Pramuka merupakan kode kehormatan pramuka yang merupakan ketentuan moral:
- Nilai dasar untuk membina dan mengembangkan akhlak mulia;
- Sistem nilai yang harus dihayati, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan anggota Gerakan Pramuka di masyarakat;
- Landasan gerak bagi Gerakan Pramuka untuk mencapai tujuan pendidikan kepramukaan yang diwujudkan dalam kegiatan untuk mendorong peserta didik manunggal dengan masyarakat, bersikap demokratis, saling menghormati, serta memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong; dan
- Kode etik bagi organisasi dan anggota Gerakan Pramuka.
Kegiatan Pramuka Sejarah Dasa Darma Pramuka @pramuka.spensapdg
Sejarah Dasa Darma Pramuka
Pada tahun 1961 hingga tahun 1966 rumusan dasa dharma pertama kali diberikan oleh Panitia V Pembentukan Gerakan Pramuka. Berikut rumusan dasa dharma yang pertama kalinya.
- Pramuka itu dapat dipercaya
- Pramuka itu setia
- Pramuka itu sopan dan perwira
- Pramuka itu sahabat sesama manusia dan saudara bagi tiap-tiap pramuka
- Pramuka itu penyayang sesama makhluk
- Pramuka itu siap menolong dan wajib berjasa
- Pramuka itu dapat menjalankan perintah tanpa membantah
- Pramuka itu sabar dan riang gembira dalam segala kesukaran
- Pramuka itu hemat dan cermat
- Pramuka itu suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan.
Pada tahun 1966 hingga tahun 1974 terbentuklah rumusan dasa dharma yang kedua. Rumusan ini merupakan hasil dari Muker Anpuda (Musyawarah Kerja Andalan Pusat dan Daerah). Muker Anpuda ini sekarang dikenal dengan Munas (Musyawarah Nasional). Berikut merupakan rumusan dasa dharma yang kedua kalinya.
- Kami Pramuka Indonesia, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Kami Pramuka Indonesia, berjiwa pancasila dan patriot Indonesia yang setia
- Kami Pramuka Indonesia, giat melaksanakan amanat penderitaan rakyat
- Kami Pramuka Indonesia, ikhlas berkorban untuk keadilan dan kemuliaan Indonesia
- Kami Pramuka Indonesia, bergotong royong membangun masyarakat Pancasila
- Kami Pramuka Indonesia, dapat dipercaya dan berbudi luhur
- Kami Pramuka Indonesia, hemat, cermat dan bersahaja
- Kami Pramuka Indonesia, pantang putus asa dalam menanggulangi kesukaran
- Kami Pramuka Indonesia, berjuang dengan rasa tanggungjawab dan gembira utk dapat berguna
- Kami Pramuka Indonesia, berwatak kasatria dan bertindak dengan disiplin
Pada rumusan dasa darma yang pertama, kata pramuka terdapat dalam setiap poin dasa dharma pramuka di awal kalimat. Sedangkan pada rumusan yang kedua terdapat kalimat yang sama dari poin satu hingga poin ke sepuluh. Kalimat yang sama adalah Kami Pramuka Indonesia. Setelah dua kali berganti, pada tanggal 25-26 September 1978 terdapat rumusan yang ketiga kalinya. Rumusan ini hasil dari kesepakatan Munas (Musyawarah Nasional) di Bukit Tinggi yang didasarkan pada amanat MPP tahun 1970 dan munas tahun 1974. Apa bentuk rumusannya? Berikut merupakan rumusan yang ketiga kalinya dalam sejarah dasa dharma pramuka di Indonesia.
- Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
- Kasih sayang sesama manusia dan cinta alam
- Patriot yang sopan dan perwira
- Suka bermusyawarah dan patuh
- Rela menolong dan tabah
- Rajin, riang dan terampil
- Hemat, cermat dan bersahaja
- Disiplin, setia dan berani
- Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
- Suci dalam fikiran, perkataan dan perbuatan
Ketentuan moral yang disebut Dasadarma yang berlaku saat ini, selengkapnya berbunyi:
Dasadarma Pramuka
- Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
- Patriot yang sopan dan kesatria.
- Patuh dan suka bermusyawarah.
- Rela menolong dan tabah.
- Rajin, terampil, dan gembira.
- Hemat, cermat, dan bersahaja.
- Disiplin, berani, dan setia.
- Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
- Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan
Oh iya untuk saat ini sudah tidak ada penyebutan “pramuka itu…” yang biasanya dibaca sebelum dharma ke-satu.
Hingga sampai sekarang, rumusan dasa dharma inilah yang kita kenal. Tidak hanya kita kenal saja melainkan kita hafal. Hayo siapa yang udah hafal dasa dharma pramuka? Tidak cukup hanya dihafal saja melainkan kita maknai artinya. Setelah dimaknai maka akan kita amalkan sebagai anggota pramuka.
Makna dasa dharma ini sangat luas dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan mencangkup seluruh aspek kehidupan. Sudahkah kita mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam dasa dharma pramuka?
Semoga artikel Sejarah Dasa Darma Pramuka ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi pembaca.
Mengapa sejarah Dasa Darma penting dipahami?
Dasa Darma sering dihafalkan dalam upacara atau latihan, tetapi maknanya bisa hilang jika tidak dipahami. Mengetahui sejarah dan kedudukannya membantu anggota melihat bahwa Dasa Darma bukan sekadar teks. Ia adalah pedoman moral yang mengarahkan cara berpikir, berbicara, dan bertindak sebagai anggota Pramuka.
Dalam pembinaan, Dasa Darma menjadi jembatan antara nilai ideal dan perilaku nyata. Pembina dapat menggunakannya untuk membahas kedisiplinan, kepedulian, kesederhanaan, tanggung jawab, dan kejujuran. Setiap darma dapat dikaitkan dengan kegiatan harian, baik di rumah, sekolah, maupun regu.
Cara menerapkan Dasa Darma dalam latihan
Penerapan Dasa Darma tidak harus selalu melalui ceramah. Pembina bisa memilih satu darma sebagai tema latihan. Misalnya, “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia” dapat diwujudkan melalui bakti lingkungan. “Rela menolong dan tabah” dapat diwujudkan melalui kartu misi membantu teman. “Rajin, terampil, dan gembira” dapat diwujudkan melalui latihan keterampilan yang menyenangkan.
Setelah kegiatan, anggota diajak refleksi. Pertanyaan sederhana seperti “darma apa yang kita praktikkan hari ini?” dapat membuat peserta lebih sadar terhadap nilai yang sedang dilatih. Lama-kelamaan, Dasa Darma akan terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Kesalahan umum dalam mengajarkan Dasa Darma
Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya meminta anggota menghafal tanpa memberi contoh. Hafalan memang penting, tetapi tidak cukup. Anggota perlu melihat teladan dari pembina dan mengalami nilai itu dalam kegiatan. Kesalahan lain adalah membahas semua darma sekaligus sehingga peserta sulit menangkap pesan utama.
Lebih baik fokus pada satu atau dua nilai dalam setiap pertemuan. Dengan begitu, pembina dapat memberi contoh yang jelas dan anggota punya kesempatan mempraktikkannya.
FAQ
Apakah Dasa Darma harus dihafal?
Ya, hafalan membantu anggota mengenal pedoman moral Pramuka. Namun hafalan harus dilanjutkan dengan pemahaman dan penerapan dalam tindakan nyata.
Bagaimana cara membuat Dasa Darma relevan untuk pelajar?
Hubungkan setiap darma dengan situasi sekolah, rumah, dan pertemanan. Misalnya disiplin mengerjakan tugas, peduli teman, menjaga lingkungan kelas, dan berkata jujur.
Catatan untuk pembina
Gunakan artikel ini sebagai bahan awal latihan, lalu sesuaikan dengan usia peserta, kondisi gugus depan, dan waktu yang tersedia. Kegiatan Pramuka akan lebih bermakna jika setiap materi dihubungkan dengan pengalaman nyata, pembiasaan karakter, dan refleksi singkat setelah kegiatan. Dengan cara itu, anggota tidak hanya tahu istilah, tetapi juga memahami alasan dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah artikel ini membantu?
Terima kasih atas masukan kamu! 🙏
Ringkasan tanya jawab
Apa isi utama artikel Sejarah Dasa Darma Pramuka?
Sejarah Dasa Darma Pramuka, makna nilai-nilainya, dan cara menerapkannya dalam latihan, sekolah, rumah, serta kehidupan sehari-hari.
Untuk siapa artikel ini berguna?
Artikel ini berguna untuk pembina Pramuka, peserta didik, pengurus gugus depan, dan pembaca yang membutuhkan rujukan praktis tentang dasar kepramukaan.
Bagaimana cara memakai materi ini dalam latihan atau administrasi Pramuka?
Gunakan daftar isi untuk memilih bagian yang paling relevan, lalu jadikan poin-poin utamanya sebagai bahan diskusi, catatan pembinaan, atau rujukan saat menyiapkan kegiatan.
Produk yang nyambung dengan tulisan ini.
Pilihan produk ini dipilih karena masih satu konteks dengan dasar kepramukaan dan bisa membantu pembaca memakai materi artikel secara lebih praktis.



