Banyak kegiatan selesai ketika peserta pulang. Padahal bagi organisasi, kegiatan seharusnya masih meninggalkan bahan belajar: apa yang berjalan baik, apa yang kurang, siapa yang menonjol, dan ide apa yang layak dilanjutkan. Dokumentasi sering diremehkan karena dianggap sekadar foto. Padahal dokumentasi yang utuh memuat konteks. Foto menunjukkan suasana, catatan menjelaskan proses, dan evaluasi memberi arah perbaikan. Mulailah sederhana. Simpan foto terbaik, tulis ringkasan kegiatan, catat jumlah peserta, dan kumpulkan satu-dua pelajaran penting. Dalam beberapa bulan, arsip kecil itu akan menjadi memori besar bagi satuan. Gerakan yang ingin bertahan perlu tahu cara mengingat.
Apakah artikel ini membantu?
Terima kasih atas masukan kamu! ๐



