Dasa Dharma Pramuka Dalam Cerminan Sikap Pramuka
Dasa Dharma Pramuka terbentuk dari kata dasa (sepuluh), dan Dharma (sikap) yang artinya adalah sepuluh sikap yang wajib dimiliki oleh seorang pramuka khususnya...

Dasa Dharma Pramuka terbentuk dari kata dasa (sepuluh), dan Dharma (sikap) yang artinya adalah sepuluh sikap yang wajib dimiliki oleh seorang pramuka khususnya jika ia berada di tingkat penggalang ke atas. Sepuluh hal ini harus diterapkan dalam perilaku para Pramuka di kehidupan sehari – hari, jadi tidak hanya sewaktu mereka mengenakan seragam cokelat dan dasi merah putih saja.
Dasa Dharma Pramuka Dalam Cerminan Sikap Pramuka
Sikap Dasa Dharma Pramuka
Di bawah ini merupakan Dasa Dharma pramuka sekaligus bagaimana seharusnya seorang pramuka bisa bersikap sesuai dengan ucapan janjinya sebagai anggota pramuka.
- Takwa kepada Tuhan Yang maha Esa Seorang pramuka wajib melaksanakan kewajibannya sebagai umat beragama. Untuk beragama islam wajib untuk melaksanakan sholat dan puasa. Umat Nasrani dan Khatolik maka diwajibkan untuk bersembahyang dan merayakan hari besar mereka. Begitu juga untuk pemeluk agam Budha, Hindu, Konghucu dan lainnya.
- Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia Maksudnya adalah seorang pramuka harus wajib untuk menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar. Selain itu, ia juga wajib untuk menghormati dan menghargai sesama manusia. Misalnya dengan meningkatkan solidaritas dan mengembangkan sikap tenggang rasa.
- Patriot yang sopan dan kesatria Seorang pramuka wajib menjaga sopan santun saat bersikap baik kepada yang lebih muda maupun kepada yang lebih tua ataupun sebaya. Ia juga harus memupuk jiwa kesatria, seperti berani meminta maaf dan mengakui kesalahan yang telah diperbuat.
- Patuh dan suka bermusyawarah Sebagai anggota pramuka yang baik, wajib mematuhi segala peraturan dimana pun ia berada. Dalam mencapai suatu keputusan bersama pun lebih baik melalui jalan musyawarah untuk mencapai mufakat.
- Rela menolong dan tabah Pramuka wajib memupuk rasa saling tolong menolong, sabar, dan ikhlas dalam melakukan apapun, terutama untuk kemanusiaan. Contohnya menolong korban bencana alam, membantu teman yang kesusahan, dan tabah saat menerima cobaan.
- Rajin, terampil, dan gembira Sikap rajin, terampil dalam melakukan segala hal, dan selalu bergembira adalah tiga hal wajib yang harus dimilki oleh seorang pramuka. Misalnya dalam kegiatan apapun di pramuka, seperti berkemah maka tiga hal tadi harus diterapkan dengan baik.
- Hemat, cermat, dan bersahaja Demi masa depan yang lebih baik, memupuk jiwa menabung sangat penting. Seorang anggota pramuka tidak boleh melakukan pemborosan dalam bentuk apapun, misalnya membeli barang seperlunya dan tidak menghambur – hamburkan uang hanya untuk hiburan.
- Disiplin, berani, dan setia Disiplin, selalu berani, dan setia terhadap pancasila, UUD ’45, bangsa, dan negara harus selalu dikembangkan dan dijadikan sebagai bagian dari visi misi yang dimiliki oleh anggota pramuka pramuka. Tak hanya itu, dalam hal kecil pun pramuka sejati harus menerapkan sikap ini misalnya tidak pernah datang terlambat ke sekolah, berani mengatakan kebenaran, dan lain – lain.
- Bertanggung jawab dan dapat dipercaya Setiap tugas yang diembankan kepadanya, harus dijalani dengan penuh tanggung jawab dari awal hingga akhir. Seorang pramuka juga harus memiliki sikap amanah, artinya ia tidak mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya, apapun itu.ia harus selalu memiliki sikap terpuji.
- Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan Ini merupakan poin wajib yang harus diaplikasikan setiap waktu, kapanpun dan dimanapun. Seorang anggota pramuka yang baik tidak boleh berkata – kata kotor, berfikiran yang tidak – tidak, dan selalu berbuat baik kepada sesamanya. Jadi sebisa mungkin jagalah lisan, pikiran, dan perbuatan. Demikianlah Dasa Dharma Pramuka yang wajib untuk dihafalkan oleh seorang Pramuka sejati. Untuk selanjutnya harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari.
Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari
Sepuluh sikap Dasa Dharma menjadi bermakna ketika terlihat dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dihafal. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa terlihat dari pelaksanaan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia terlihat dari menjaga kebersihan lingkungan dan menghormati orang lain. Patriot yang sopan dan kesatria terlihat dari kesantunan kepada yang lebih muda maupun yang lebih tua, serta keberanian meminta maaf dan mengakui kesalahan.
Patuh dan suka bermusyawarah terlihat dari kepatuhan pada aturan dan kebiasaan menyelesaikan perbedaan lewat musyawarah. Rela menolong dan tabah terlihat dari kesediaan membantu tanpa pamrih dan kesabaran menghadapi cobaan. Rajin, terampil, dan gembira terlihat dari semangat dalam setiap kegiatan. Hemat, cermat, dan bersahaja terlihat dari tidak memboroskan uang dan barang. Disiplin, berani, dan setia terlihat dari ketepatan waktu dan keberanian mengatakan kebenaran. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya terlihat dari menyelesaikan tugas hingga tuntas. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan terlihat dari menjaga lisan dan perilaku di mana pun berada.
Mengajarkan Dasa Dharma tanpa hafalan kosong
Dasa Dharma sering diajarkan dengan cara menghafal sepuluh butirnya, lalu berhenti di situ. Cara ini menghasilkan anggota yang hafal bunyinya tetapi tidak menjalani isinya. Cara yang lebih baik adalah mengajarkan satu sikap dalam satu waktu, melalui kebiasaan yang dapat diamati: pekan ini regu berlatih hemat dengan mengelola kas regu, pekan berikutnya berlatih rela menolong lewat bakti lingkungan, pekan berikutnya berlatih disiplin lewat ketepatan waktu berkumpul.
Refleksi singkat di akhir latihan membantu mengunci pembelajaran: sikap apa yang kita latih hari ini, dan di mana kita sudah atau belum menerapkannya? Pengakuan atas sikap yang sudah ditunjukkan anggota — misalnya menyebut nama anggota yang menolong temannya — jauh lebih mendidik daripada sekadar mengulang hafalan sepuluh butir di awal latihan.
Dasa Dharma dan Tri Satya
Dasa Dharma tidak berdiri sendiri. Ia adalah penjabaran sikap dari janji yang diucapkan dalam Tri Satya: menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, negara, dan Pancasila, menolong sesama, dan ikut membangun masyarakat. Jika Tri Satya adalah janji yang diucapkan, Dasa Dharma adalah sikap yang dijalani sehari-hari untuk menepati janji itu.
Hubungan ini penting dipahami pembina: anggota yang mengucapkan Tri Satya dalam upacara pelantikan sedang berjanji, dan Dasa Dharma adalah ukuran sehari-hari apakah janji itu ditepati. Pembinaan yang baik mengaitkan keduanya — janji diingat melalui upacara, sikap dilatih melalui kebiasaan — sehingga keduanya tidak berjalan sendiri-sendiri.
Peran Pramuka dalam pendidikan karakter dibahas di Pendidikan Karakter Siswa dan Peran Pramuka di Sekolah dan nilai yang dibawa pulang anggota di Pulang Bawa Aksi agar Nilai Pramuka Hidup di Rumah.
Tingkatan Pramuka Berdasarkan Usia
Setelah membaca, lanjut praktik.
Gunakan materi sebagai bahan awal, lalu lanjutkan ke challenge/materi terstruktur di MateriPramuka dan simpan pencapaianmu di Pramuka.net.

